Jembatan Sungai Sambas Besar Resmi Dibuka, MAUNG Kalbar Apresiasi Perjuangan Panjang

Sambas – Setelah penantian panjang selama 25 tahun, Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB) akhirnya resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Senin (3/3/2025). Peresmian jembatan yang menghubungkan Kecamatan Tebas dengan Kecamatan Tekarang ini dilakukan langsung oleh Bupati Sambas, Satono, bersama Wakil Bupati Heroaldi Djuhardi Alwi, Sekda Sambas Ir. H. Fery Madagaskar, M.Si, serta Plt Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalbar, Pinta Banua Raja Sitanggang.

Pembukaan jembatan ditandai dengan pemotongan pita dan pelepasan balon sebagai simbol keberhasilan proyek infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat Sambas. Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan Kalimantan Barat (DPD LSM MAUNG Kalbar) turut memberikan apresiasi atas keberhasilan ini.

Apresiasi dan Harapan MAUNG Kalbar

Ketua DPD LSM MAUNG Kalbar, Andri Mayudi, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sambas yang terus bergerak inovatif untuk mewujudkan pembangunan jembatan ini.

"Kami dari LSM MAUNG Kalbar mengucapkan terima kasih kepada Bupati Satono dan seluruh jajaran Pemkab Sambas atas terealisasinya Jembatan Sungai Sambas Besar ini. Ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun daerah," ujar Andri.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan jembatan ini merupakan berkah besar bagi masyarakat Sambas. Selain memperlancar konektivitas antarwilayah, JSSB juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.

"Kami berharap jembatan ini dapat membawa kemudahan, keberkahan, serta kemajuan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Sambas dan Kalimantan Barat pada umumnya," tandas Andri.

Perjalanan Panjang Pembangunan JSSB

Pembangunan JSSB bukanlah perjalanan yang singkat. Ide awal pembangunan jembatan ini sudah diusulkan sejak tahun 2015, ketika Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sambas saat itu, Ir. H. Fery Madagaskar, M.Si, bersama timnya memaparkan rencana pembangunan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Setelah melalui berbagai proses, pemerintah pusat akhirnya menyetujui pembangunan Jembatan Tebas-Tekarang (JSSB).

Proyek ini mulai dikerjakan pada tahun 2021 dengan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun jamak 2021-2024 sebesar Rp479,7 miliar. Dengan panjang 1.262,3 meter dan konstruksi jembatan pendekat tipe Gelagar Pracetak, JSSB kini menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan Barat dan menjadi bagian dari sejarah pembangunan Kabupaten Sambas.

Meningkatkan Konektivitas dan Mobilitas

JSSB dibangun untuk meningkatkan konektivitas wilayah di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sambas. Selain memperpendek waktu tempuh antara Kecamatan Tebas dan Kecamatan Tekarang, jembatan ini juga mempermudah akses ke kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Dengan selesainya pembangunan dan uji laik fungsi yang telah dilakukan, masyarakat kini dapat melintasi jembatan dengan aman. Kehadiran JSSB diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi lokal, membuka akses perdagangan, serta memperlancar distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut.

Peresmian JSSB menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Sambas dan Kalimantan Barat secara keseluruhan. Harapan besar pun disematkan pada jembatan ini agar dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan di daerah perbatasan.

(TIM/RED)

Lebih baru Lebih lama