AKSI MEMANAS! TAK HANYA DESAK TANGKAP DPO, LSM KAKI KALSEL SOROT DUGAAN KORUPSI PDAM BATOLA & PERJADIN DEWAN

Banjarbaru – Aksi unjuk rasa LSM KAKI Kalsel di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Kamis (23/04/2026), tak hanya menyoroti buronan Richard Arif Mulyadi. Massa juga “menembak” isu lain yang tak kalah panas: dugaan korupsi di PDAM Barito Kuala (Batola) hingga perjalanan dinas (perjadin) anggota dewan di Marabahan.

Koordinator aksi, Ahmad Husaini SH, MA, MH, menegaskan pihaknya memberi perhatian serius terhadap proses hukum yang tengah berjalan, khususnya terkait penggeledahan yang telah dilakukan di PDAM Batola oleh Kejaksaan Negeri Barito Kuala.

Meski mengapresiasi langkah aparat, ia mengingatkan agar penanganan kasus tidak asal-asalan.

“Kami sangat mengapresiasi penggeledahan yang dilakukan. Tapi kami minta Kejati Kalsel benar-benar mengawasi dan memantau kasus ini. Jangan sampai salah tangkap,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, LSM KAKI Kalsel juga mendesak agar proses hukum tidak berlarut-larut. Mereka meminta Kejaksaan segera naik ke tahap berikutnya, yakni penetapan tersangka.

“Kami mendorong agar pihak kejaksaan secepatnya menetapkan tersangka dari hasil penggeledahan di dua lokasi yang sudah dilakukan Kejari Batola,” lanjut Husaini.

Selain kasus PDAM, sorotan juga diarahkan pada dugaan penyimpangan perjalanan dinas anggota DPRD Kabupaten Barito Kuala yang dinilai perlu diusut secara transparan.

Aksi ini mempertegas bahwa tekanan publik terhadap aparat penegak hukum semakin kuat. LSM menuntut bukan hanya keberanian dalam melakukan penggeledahan, tetapi juga ketegasan dalam menetapkan tersangka hingga menuntaskan kasus sampai ke akar.

Kini, publik menunggu: apakah langkah hukum akan dipercepat, atau justru kembali berjalan lambat di tengah sorotan tajam masyarakat? ( Agus Mr )

Lebih baru Lebih lama