Mulai Retak? Hubungan Bupati–Wakil Batola Dan Tanah Bumbu Mulai Disorot

Batola – Dinamika pemerintahan daerah yang telah berjalan sekitar dua tahun mulai menunjukkan gejala kurang harmonis. Hal ini disoroti oleh tokoh masyarakat, H. Sugiannor atau yang akrab disapa Guru Sugi.

Dalam perbincangan santai bersama tim Redaksi Kalimantan24, Minggu (26/04/2026) Pagi, Abah Sugi mengungkapkan adanya indikasi perpecahan antara pimpinan daerah dan wakilnya di sejumlah wilayah.

Ia bahkan secara terbuka menyinggung kondisi yang terjadi di beberapa daerah, seperti Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Tanah Bumbu.

“Memang sudah mulai terlihat pecahnya hubungan antara pimpinan dan wakil. Ini bukan rahasia lagi,” ujar Abah Sugi.

Menurutnya, ketidakharmonisan itu salah satunya dipicu oleh tidak berjalannya pembagian peran sebagaimana mestinya. Ia menilai ada kecenderungan kepala daerah mengambil alih tugas yang seharusnya menjadi kewenangan wakilnya.

“Masa seorang bupati mengambil semua pekerjaan wakil bupati. Padahal masing-masing sudah ada peran dan tugasnya,” tegasnya.

Abah Sugi mengingatkan bahwa dalam sistem pemerintahan daerah, bupati dan wakil bupati merupakan satu paket kepemimpinan yang seharusnya saling melengkapi, bukan saling mengambil alih peran.

“Jangan mentang-mentang jadi bupati, semua kegiatan wakil juga diambil. Ini bisa memicu konflik dan berdampak pada jalannya pemerintahan,” tambahnya.

Ia pun berharap para kepala daerah dapat kembali pada koridor tugas dan fungsi masing-masing demi menjaga stabilitas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. ( Tim Redaksi K-24 )

Lebih baru Lebih lama