BANJARMASIN – Insiden serius mengguncang kawasan Dermaga dan Pelabuhan Perikanan Banjar Raya, Banjarmasin, Sabtu malam (10/01/2026). Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara bernama Pacifik 3028 dilaporkan lepas kendali dan menabrak sejumlah kapal nelayan yang tengah bersandar di pelabuhan bongkar ikan laut tersebut.
Peristiwa menegangkan itu terekam jelas dalam sebuah video amatir yang viral di media sosial Instagram, memicu gelombang reaksi keras dari warganet. Dalam rekaman berdurasi singkat itu, tongkang raksasa tampak melaju tanpa kendali, menghantam kapal-kapal nelayan yang tidak sempat menghindar.
Menurut informasi sementara, tongkang Pacifik 3028 bergerak sendiri akibat cuaca ekstrem. Hujan deras yang disertai angin kencang diduga membuat sistem kendali dan pengamanan kapal gagal berfungsi, hingga akhirnya tongkang menghantam area sandar kapal nelayan di dermaga Banjar Raya.
Benturan keras tak terhindarkan. Sejumlah kapal nelayan dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari lambung penyok, badan kapal retak, hingga kapal yang terdorong dan bergeser dari posisi semula. Kerugian material diperkirakan tidak kecil, mengingat kapal-kapal tersebut menjadi tulang punggung mata pencaharian nelayan setempat.
Dermaga dan Pelabuhan Perikanan Banjar Raya yang berlokasi di Jalan Barito Hulu, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, dikenal sebagai urat nadi aktivitas perikanan di Kota Banjarmasin. Selain menjadi pusat bongkar muat ikan laut, kawasan ini juga merupakan jalur vital transportasi sungai menuju Muara Teweh dan Tamban, serta destinasi favorit warga untuk menikmati panorama matahari terbenam di tepian Sungai Barito.
Meski hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa, insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan nelayan dan masyarakat sekitar. Mereka menuntut adanya evaluasi ketat terhadap standar keselamatan pelayaran, khususnya kapal-kapal besar seperti tongkang batu bara yang melintas dan beraktivitas di jalur padat perahu nelayan.
Warga berharap otoritas pelabuhan dan instansi terkait segera turun tangan, melakukan investigasi menyeluruh, serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas kerusakan yang dialami nelayan. Insiden ini dinilai sebagai peringatan keras bahwa pengawasan pelayaran di Sungai Barito tidak boleh lagi dianggap sepele, terlebih di tengah cuaca ekstrem yang kian sering terjadi. (Hamrani K24)