MANDAILING NATAL – Gelombang kritik keras menghantam kinerja . Ketua DPD Pemuda LIRA Mandailing Natal, , secara terbuka melontarkan sorotan tajam terkait lambannya penanganan dugaan persoalan yang disebut-sebut menyeret Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal.
Menurut Asron, proses yang berjalan lambat dan minim informasi ke publik telah memicu persepsi negatif di tengah masyarakat. Ia menilai, institusi penegak hukum tidak boleh bekerja setengah hati, apalagi sampai menimbulkan kesan adanya perlakuan khusus terhadap oknum pejabat tertentu.
“Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Jika memang ada dugaan pelanggaran, segera proses secara profesional dan terbuka. Jangan sampai publik menilai ada yang ditutup-tutupi,” tegas Asron.
Integritas Dipertaruhkan
Asron menekankan, persoalan yang diduga menyeret pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Mandailing Natal bukan perkara kecil. Sektor pendidikan menyangkut masa depan generasi muda di Bumi Gordang Sambilan. Jika ada indikasi penyimpangan, maka harus diusut tuntas tanpa kompromi.
“Kalau benar ada dugaan pelanggaran hukum, maka Kejari Madina wajib segera bertindak. Kejaksaan adalah benteng terakhir keadilan. Integritas institusi dipertaruhkan dalam kasus ini,” ujarnya lantang.
DPD Pemuda LIRA Mandailing Natal pun menyampaikan tiga sikap tegas:
- Mendesak segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Kabid Dikdas dan pihak-pihak yang terlibat sesuai prosedur hukum.
- Meminta Kejari bersikap transparan dan menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara terbuka kepada publik.
- Menolak segala bentuk intervensi maupun praktik tebang pilih dalam proses penegakan hukum.
Siap Surati Kejati Sumut
Tak hanya itu, Asron juga menyatakan pihaknya siap melayangkan surat resmi ke apabila tidak ada kejelasan dalam waktu dekat.
“Kami siap meminta supervisi dari Kejati Sumut jika kasus ini terus berlarut-larut tanpa kepastian. Supremasi hukum adalah fondasi negara. Tidak boleh ada kompromi dalam perkara yang menyangkut kepentingan publik,” katanya.
DPD Pemuda LIRA Mandailing Natal memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka menegaskan, hukum harus benar-benar berdiri tegak — bukan tunduk pada kekuasaan atau tekanan tertentu.
“Ini demi tegaknya keadilan di bumi Gordang Sambilan,” tutup Asron.
(Magrifatulloh)