MANDAILING NATAL – Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (Ima Madina) Pekanbaru mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pemilik dan pemodal di balik aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Muara Pungkut, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal.
Desakan ini muncul setelah insiden tragis yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) lalu di lokasi tambang ilegal Muara Tagor menelan korban jiwa. Seorang warga Desa Huta Dangka, Budi Hartono, dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material tambang.
Sementara dua korban lainnya, Musdi Lubis (50) dan Ahmad Sarif (30), berhasil selamat meski mengalami luka serius seperti patah tulang dan cedera kepala setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Kotanopan.
Ketua Umum Ima Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menilai tragedi ini menjadi bukti bahwa aktivitas tambang emas ilegal di Mandailing Natal masih terkesan dibiarkan beroperasi tanpa pengawasan serius.
Menurutnya, kasus ini tidak boleh hanya dianggap sebagai kecelakaan kerja biasa, melainkan harus diusut sebagai bagian dari praktik tambang ilegal yang telah lama berlangsung.
Ima Madina Pekanbaru mendesak Polsek Kotanopan dan Polres Mandailing Natal segera mengungkap siapa pemilik lahan, pemilik alat berat, serta pemodal yang berada di balik aktivitas PETI tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, tambang ilegal itu diduga milik seseorang berinisial JY. Karena itu, pihaknya meminta aparat kepolisian segera memanggil dan memeriksa yang bersangkutan untuk memastikan perannya.
“Jika benar JY merupakan pemilik atau pemodal tambang ilegal tersebut, maka kami mendesak agar segera ditangkap dan diproses secara hukum. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas,” tegas Gusti, Jumat (6/3/2026).
Ima Madina Pekanbaru juga menegaskan bahwa aturan hukum mengenai pertambangan tanpa izin sudah sangat jelas, dengan ancaman pidana penjara hingga lima tahun dan denda maksimal Rp100 juta.
Mereka pun meminta aparat penegak hukum tidak hanya menindak para pekerja tambang di lapangan, tetapi juga membongkar jaringan besar di balik aktivitas tambang ilegal, termasuk pemilik lahan dan pemodal.
Ima Madina Pekanbaru menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas agar seluruh pihak yang terlibat bertanggung jawab secara hukum.
“Jangan sampai korban jiwa terus berjatuhan akibat pembiaran tambang ilegal di Mandailing Natal,” tegasnya.