Pentingnya Mediasi untuk Masa Depan Anak
Menurut Brigadir Hanrisal Silaen, mediasi ini dilakukan untuk menyelamatkan masa depan generasi muda, terutama Kristiandes yang masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar.
"Kami ingin memastikan anak ini tidak memiliki catatan buruk yang dapat menghambat masa depannya. Jika suatu saat ia bercita-cita menjadi polisi atau ingin mengurus SKCK, namanya tetap bersih tanpa cacat hukum," ujarnya.
Proses Perdamaian
Dalam mediasi tersebut, orang tua Kristiandes dan perwakilan PT SMA Tanah Datar hadir untuk membahas penyelesaian kasus secara kekeluargaan. Setelah melalui proses diskusi, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Sebagai bentuk kesepakatan, dibuat surat perdamaian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Selain itu, Kristiandes juga menandatangani surat pernyataan yang berisi komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya di masa mendatang.
Himbauan Kepada Masyarakat
Brigadir Hanrisal Silaen juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian jika menemukan permasalahan sekecil apa pun di lingkungan sekitar.
"Kami mengajak masyarakat untuk mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Jika ada kejadian atau masalah, segera laporkan ke Polsek atau Bhabinkamtibmas setempat agar dapat ditangani dengan baik," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya berita hoaks yang dapat memicu keresahan dan menghindari tindakan main hakim sendiri yang melanggar hukum.
Dengan adanya upaya mediasi seperti ini, diharapkan masyarakat lebih mengutamakan penyelesaian masalah secara kekeluargaan serta tetap menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing. ( Tim Redaksi )