Rayhan Ananto Dorong Pemko Banjarmasin Selesaikan Krisis Sampah

BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Partai Demokrat, Rayhan Ananto, menyoroti permasalahan sampah yang semakin parah di kota ini. Dalam reses yang digelar di Sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Banjarmasin, Jl. Sultan Adam, Senin (3/3/2025), ia menyerap aspirasi warga Kelurahan Antasan Kecil Timur yang mengeluhkan sampah berserakan, kurangnya lampu penerangan jalan, dan kondisi infrastruktur jalan yang perlu perbaikan.

Menurut Rayhan, penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih telah menyebabkan krisis sampah di berbagai titik kota. "Sampah yang menumpuk di mana-mana ini harus segera ditangani. Pemko Banjarmasin perlu mencari solusi jangka panjang, bukan hanya solusi sementara," ujarnya.

Sanksi KLH dan TPA Basirih

Penutupan TPA Basirih dilakukan setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menjatuhkan sanksi administratif kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Basirih karena tidak mengelola sampah sesuai aturan. Tempat ini masih menggunakan metode open dumping atau pembuangan terbuka, yang sebenarnya telah dilarang sejak 2013.

Akibatnya, pada 1 Februari 2025, KLH menyegel TPA Basirih. Sejak itu, Pemko Banjarmasin kesulitan menangani sampah, hingga akhirnya menetapkan status tanggap darurat sampah.

"Krisis ini harus menjadi momentum bagi Pemko untuk membenahi sistem pengelolaan sampah. Jangan sampai masalah ini terulang di masa mendatang," tegas Rayhan.

Butuh Solusi Permanen

Rayhan menilai Pemko Banjarmasin terlalu lama bergantung pada metode usang dalam pengelolaan sampah. Dalam kurun waktu 12 tahun sejak larangan open dumping diberlakukan, Pemko seharusnya sudah menyiapkan solusi alternatif.

Ia juga menekankan bahwa membuang sampah ke kota tetangga hanya solusi sementara dan berpotensi memboroskan anggaran. Oleh karena itu, ia mendesak Pemko untuk segera mencari lokasi baru bagi TPAS (Tempat Pemrosesan Akhir Sampah) yang sesuai dengan standar lingkungan.

"Kita tidak bisa terus mengandalkan opsi membuang sampah ke daerah lain. Pemko harus menyiapkan solusi permanen agar masalah ini tidak berlarut-larut," tambahnya.

Dampak Buruk Sampah

Rayhan juga mengingatkan masyarakat untuk turut berperan dalam pengelolaan sampah dengan memilah dari rumah. Menurutnya, kesadaran masyarakat sangat penting untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPS dan TPA.

"Jika tidak ditangani dengan baik, sampah bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, sosial, dan lingkungan. Bisa menjadi sumber penyakit seperti diare dan tifus, mencemari sungai, serta merusak kualitas air tanah," jelasnya.

Rayhan berharap, di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, Muhammad Yamin dan Ananda, persoalan sampah dapat ditangani lebih serius.

"Mari kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat, bekerja sama untuk menjadikan Banjarmasin kembali bersih dan nyaman," pungkasnya.

Penulis : Nor Ana

Editor    : Agus MR

Lebih baru Lebih lama