Turnamen ini menggunakan sistem Swiss 9 babak, dengan waktu pertandingan 15 menit per pemain. Ajang ini menjadi kesempatan bagi pecatur lokal untuk mengasah keterampilan sekaligus mempererat silaturahmi di antara komunitas catur di Kalimantan Selatan.
Peserta Antusias, Kuota Terbatas
Tercatat 280 pecatur mendaftar, namun panitia hanya bisa menerima 80 peserta karena keterbatasan meja catur dan fasilitas. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, hingga Kabupaten Tabalong (Tanjung).
Koordinator pertandingan, Syarif Hidayatullah, menjelaskan bahwa pembatasan jumlah peserta dilakukan demi kelancaran turnamen.
"Panitia membatasi jumlah peserta menjadi 80 orang setelah seleksi ketat, karena meja catur yang tersedia tidak mencukupi," ungkapnya.
Persaingan Ketat, Lima Pecatur Master Turun Bertanding
Meski banyak diikuti oleh pecatur pemula, turnamen ini juga diwarnai persaingan sengit dengan kehadiran lima pecatur bergelar master tingkat nasional. Hal ini menambah gengsi turnamen dan memberi tantangan tersendiri bagi peserta lainnya.
Ketua Klub Langkah Ghaib, Haji Amir, berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang pencarian bakat baru.
"Melalui turnamen ini, kami ingin melahirkan bibit-bibit pecatur asal Kalsel yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional," ujarnya.
Total Hadiah Rp10 Juta, Juara 1 Diraih Khairil Anwar
Turnamen ini disponsori oleh Aran Agan, yang menjadi donatur tunggal dengan total hadiah sebesar Rp10 juta. Hadiah utama diberikan hingga peringkat ke-20, dengan rincian:
🏆 Juara 1: Khairil Anwar, menerima hadiah Rp1,5 juta
🏆 Juara lainnya: Mendapatkan hadiah uang tunai sesuai peringkat
Selain itu, Klub Langkah Ghaib rutin menggelar turnamen mingguan dengan berbagai hadiah menarik, mulai dari barang elektronik, pakaian, hingga uang tunai.
Dukungan Donatur, Ahmad Lawani Berpotensi Jadi Atlet Porprov 2025
Turnamen ini juga mendapat dukungan dari berbagai donatur, termasuk Ahmad Lawani, pemilik Rumah Makan Soto Bang Amat yang terkenal di Banjarmasin. Ahmad Lawani sendiri merupakan seorang pecatur veteran yang memiliki strategi permainan kuat dan pernah mengalahkan master catur Kalsel.
Anggota Klub Langkah Ghaib, Eman, menyebut bahwa Ahmad Lawani berpotensi menjadi atlet yang akan mewakili Kota Banjarmasin dalam Porprov 2025 di Kabupaten Tanah Laut.
Menanggapi hal ini, Ahmad Lawani mengaku semakin termotivasi untuk mengasah kemampuannya.
"Saya sangat bersemangat dan akan terus mengasah potensi bermain catur, agar bisa menjadi juara di Porprov 2025," ujarnya penuh harapan.
Ajang Silaturahmi Pecatur Banjarmasin
Turnamen Aran Cup II 2025 tidak hanya menjadi ajang persaingan, tetapi juga wadah bagi para pecatur untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman.
Dengan semangat kebersamaan dan persaingan sehat, diharapkan catur di Kalimantan Selatan semakin berkembang dan mampu mencetak atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama daerah di tingkat nasional dan internasional.
(Nor Ana / Kalimantan 24)