Peristiwa ini diduga bermotif dendam, mengingat paman korban, Hendra, yang merupakan seorang aparat desa, dikenal aktif dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba di wilayah tersebut.
“Barangkali ini adalah dendam pelaku karena beberapa temannya sudah ditahan polisi. Kami, masyarakat Sihepeng, mengecam perbuatan mereka yang telah mengedarkan barang haram di Kecamatan Siabu ini. Kami akan terus melakukan perlawanan terhadap narkoba,” ujar F. Nasution, salah satu keluarga korban, saat ditemui di RSUD Panyabungan.
Pembacokan Bermula dari Teror terhadap Aparat Desa
Sebelum insiden terjadi, paman korban, Hendra, disebut-sebut telah menerima berbagai ancaman dari pelaku. Ia diyakini menjadi target utama Sarwaki karena sikapnya yang tegas menolak peredaran narkoba di desa mereka.
Akibat serangan tersebut, Herman mengalami luka bacok sepanjang 5 cm di bagian pinggang kanan. Awalnya, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Siabu, namun karena fasilitas yang terbatas, ia akhirnya dirujuk ke RSUD Madina untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.“Saat kejadian, korban Herman kebetulan sedang bersama pamannya, Hendra. Diduga karena tidak bisa menyerang target utama, pelaku melampiaskan aksinya pada korban,” tambah F. Nasution.
“Saat ini korban masih dirawat di ruang UGD RSUD Panyabungan akibat luka yang cukup serius,” kata F.
Pelaku Buron, Warga dan Polisi Terus Mencari
Setelah melakukan pembacokan, Sarwaki langsung melarikan diri, dan hingga malam ini pihak kepolisian bersama warga masih berupaya mencari keberadaannya di sekitar desa.
“Kami berharap polisi segera menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Jangan sampai pelaku terus berkeliaran dan mengancam warga lainnya,” tegas F. Nasution.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Sarwaki merupakan bandar narkoba yang sebelumnya kehilangan lima koleganya akibat penangkapan polisi. Warga Sihepeng semakin geram dengan kejadian ini dan berjanji untuk tidak tinggal diam terhadap peredaran narkoba yang merusak generasi muda di daerah mereka.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
(Magrifatulloh / Kalimantan 24)