AKP Sutargo, Pahlawan Anti-Narkoba di Hulu Sungai Utara, Jadi Kandidat Hoegeng Awards 2025

Hulu Sungai Utara – Kasat Resnarkoba Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, AKP Sutargo, tak hanya bertugas memberantas peredaran narkoba. Ia juga aktif dalam edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan mendirikan pojok edukasi di Mapolres HSU. Berkat dedikasinya, ia diusulkan menjadi kandidat Hoegeng Awards 2025.

Dedikasi AKP Sutargo dalam Edukasi Anti-Narkoba

AKP Sutargo dikenal sebagai sosok yang tak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga edukasi sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba. Salah satu inisiatifnya adalah mendirikan pojok edukasi bahaya narkoba di ruang pelayanan masyarakat Polres HSU.

"Beliau itu memang mau menyebarkan edukasi sejak dini untuk memutus mata rantai narkoba di HSU," ujar Adhe Phuyoko, warga Bekasi yang mengusulkan AKP Sutargo sebagai kandidat Hoegeng Awards 2025.

Adhe, yang bekerja di penerbit buku pelajaran, pertama kali mengenal AKP Sutargo saat sang perwira memesan ribuan buku edukasi bahaya narkoba untuk disebarkan ke sekolah-sekolah. Dari situ, AKP Sutargo terus mengembangkan edukasi dengan mendirikan museum mini narkoba di pojok edukasi tersebut.

Pojok edukasi ini diresmikan pada September 2024 sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, agar menjauhi narkoba.

"Saya bersama Bapak Kapolres melihat bahwa di wilayah hukum HSU, kasus narkoba cukup menonjol. Karena itu, edukasi menjadi penting agar anak-anak tidak terjerumus," kata AKP Sutargo.

Pojok Edukasi Narkoba, Sarana Pencegahan Sejak Dini

Saat pertama kali menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres HSU pada 23 November 2023, AKP Sutargo melihat belum ada fasilitas edukasi narkoba di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ia kemudian berkoordinasi dengan BNN Kabupaten HSU dan pemerintah daerah untuk mendirikan pojok edukasi di ruang pelayanan masyarakat Polres HSU.

Ruangan ini dirancang agar masyarakat yang datang untuk mengurus SIM, SKCK, atau melapor kasus, dapat memperoleh informasi tentang bahaya narkoba. Di dalamnya terdapat replika berbagai jenis narkoba yang dibuat dengan izin dari BNN, sehingga masyarakat bisa mengenali bentuk dan dampak dari barang haram tersebut.

"Kalau hanya dari berita, sulit mendapatkan pemahaman tentang jenis-jenis narkoba. Kami ingin memberikan edukasi secara visual, sehingga lebih mudah dipahami," jelas AKP Sutargo.

Tak hanya itu, ia juga menyediakan edukasi mobile dengan kotak berisi materi anti-narkoba yang dapat dibawa ke sekolah-sekolah oleh petugas Binmas atau Polsek.

Membentuk Duta Anti-Narkoba di Sekolah

Selain mendirikan pojok edukasi, AKP Sutargo juga menggandeng siswa SMA, SMK, dan MAN di HSU untuk menjadi duta anti-narkoba. Sekitar 50 siswa yang tergabung dalam Saka Bhayangkara diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba agar bisa menyebarkan informasi di lingkungan sekolah mereka.

"Kami ingin menyelamatkan mereka yang masih bersih dari narkoba. Jika pengguna narkoba ditangani oleh Gakkum dan BNN, tugas kami adalah memastikan anak-anak yang belum terpapar memiliki wawasan yang cukup untuk menghindarinya," kata AKP Sutargo.

Dedikasi AKP Sutargo dalam memerangi narkoba di Hulu Sungai Utara menjadikannya sebagai sosok inspiratif. Tak heran jika upayanya mendapat apresiasi dan diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2025. Ia membuktikan bahwa perang melawan narkoba tidak hanya bisa dilakukan dengan penindakan, tetapi juga melalui edukasi yang berkelanjutan.

Lebih baru Lebih lama