Orang Tua Siswa SMA Negeri 7 Garut Keluhkan Rencana Kunjungan ke Yogyakarta di Tengah Musim Hujan

Ilustrasi study tour anak SMA ke Yogya (Kalimantan24.com)
Garut –
Sejumlah orang tua siswa SMA Negeri 7 Garut menyuarakan kekhawatiran terkait rencana kunjungan sekolah ke Yogyakarta selama tiga hari di tengah musim hujan. Potensi bencana alam seperti longsor dan banjir yang kerap terjadi belakangan ini menjadi alasan utama kekhawatiran mereka.

“Saat ini kan sedang musim hujan. Saya lihat di berita, banyak longsor, banjir, dan bencana lainnya. Saya khawatir dengan keselamatan anak-anak selama perjalanan,” ungkap salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Rencana kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertujuan memperluas wawasan siswa melalui pengalaman belajar langsung. Meski demikian, situasi cuaca ekstrem membuat sebagian orang tua mempertanyakan urgensi pelaksanaan kegiatan ini.
Ketua Umum Gabungan Wartawan Indonesia Satu (GAWARIS), Asep Suherman, SH., turut merespons keluhan tersebut. Ia menghubungi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 7 Garut, Ayi Hidayat, S.Pd.I., M.Pd., melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi dan menyarankan peninjauan ulang terhadap rencana tersebut.

Ayi Hidayat menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah mendapatkan rekomendasi dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan. Namun, pihak sekolah tetap terbuka terhadap masukan dan siap mengkaji ulang rencana ini.

“Kami menghargai masukan dari berbagai pihak. Insha Allah, rencana kegiatan ini akan kami kaji ulang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga selalu berkoordinasi dengan dinas pendidikan sebagai lembaga pengawas resmi,” ujar Ayi Hidayat.

Asep Suherman menegaskan bahwa GAWARIS akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan melalui jurnalis-jurnalisnya yang tergabung dalam lembaga tersebut. Ia berharap agar setiap keputusan yang diambil mempertimbangkan keamanan siswa sebagai prioritas utama.

Peninjauan ulang terhadap rencana kunjungan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para orang tua siswa. Di tengah kondisi cuaca ekstrem, langkah kehati-hatian sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

Editor : Redaksi K24 



Lebih baru Lebih lama