BANJARMASIN, Kalimantan24.com - Hayatun Nufus, seorang mahasiswa aktif jurusan Ilmu Hukum di Universitas Terbuka dan alumni SMKS Bina Banua, berhasil menarik perhatian publik dengan partisipasinya dalam ajang Putra Putri Sasirangan. Ia mengungkapkan motivasinya mengikuti ajang ini didorong oleh rasa tanggung jawab sebagai anak muda untuk menjaga dan menanamkan nilai-nilai budaya, agar tidak ketinggalan zaman dan tetap dikenal luas.
Hayatun, yang merupakan putri dari Ardiani dan Norjanah, mengaku memiliki hobi memasak dan modeling. Ayahnya bekerja di sektor swasta, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Prestasi gemilang yang pernah diraihnya adalah sebagai Duta Generasi Hijau Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2019. Bertekad menjadi wanita karir yang bermanfaat bagi banyak orang, Hayatun berusaha keras di setiap kesempatan yang ada.
Dalam wawancara, Hayatun menyampaikan kesan dan pesan mendalam dari pengalaman mengikuti lomba. "Kesannya sangat menyenangkan, banyak bertemu dan belajar hal baru. Semoga kita finalis yang terpilih dapat mengemban amanah dan tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan budaya. Bagi teman-teman yang belum beruntung, jangan patah semangat dan terus mencoba di kesempatan lain," katanya.
Untuk langkah selanjutnya, Hayatun bersama para pemenang lainnya berencana melakukan diskusi dengan pihak terkait. Diskusi ini akan diisi dengan sesi berbagi kepada pemerintah mengenai program kerja yang akan mereka jalankan selama satu tahun ke depan. "Sangat luar biasa," ujarnya penuh semangat.
Hayatun berharap ajang ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkenalkan kain sasirangan lebih luas lagi. Ia ingin membantu memasarkan produk dari para pengrajin, sekaligus mendorong perputaran ekonomi yang baik untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan, terutama Kota Banjarmasin. "Semoga ini menjadi langkah awal untuk saya dan teman-teman finalis dalam memperkenalkan sasirangan lebih luas, agar selain membantu memasarkan produk pengrajin, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Dengan semangat dan dedikasinya, Hayatun Nufus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat di daerahnya.