Di tengah proses pengukuran objek sengketa, tim justru menemukan dugaan hilangnya material besi pada struktur bangunan yang belum rampung.
Sejumlah besi yang sebelumnya menjulang pada bagian tiang pondasi bangunan disebut telah dipotong menggunakan gergaji besi. Bahkan, alat yang diduga digunakan untuk memotong besi tersebut disebut masih berada di sekitar lokasi ketika tim melakukan pengukuran.
Temuan ini tentu memunculkan pertanyaan besar. Bagaimana mungkin material konstruksi pada proyek pemerintah bisa dipotong dan dibawa pergi, sementara bangunan tersebut berada di kawasan perkantoran pemerintahan?
Besi Pondasi Dipotong, Jejaknya Terlihat
Saat tim konstatering berada di atas struktur bangunan, kondisi sejumlah tiang pondasi terlihat tidak seperti konstruksi yang siap dilanjutkan.
Besi tulangan yang seharusnya menjulang untuk kebutuhan penyambungan struktur berikutnya justru disebut telah dipotong.
Dari pengamatan di lokasi, hampir seluruh besi yang menjulang pada sejumlah bagian bangunan disebut sudah tidak tersisa dalam kondisi semula.
. ( Gambar Istimewa by Kalimantan24 )Yang membuat temuan ini semakin mengherankan, bekas pemotongan terlihat jelas dan gergaji besi disebut masih ditemukan di lokasi.
Jika dilihat dari kejauhan, kondisi tersebut bahkan tidak langsung terlihat. Namun setelah berada lebih dekat di atas bangunan, bekas pemotongan besi tampak jelas.
Bisa Berdampak pada Kelanjutan Pembangunan
Hilangnya besi tulangan bukan sekadar persoalan material yang raib.
Jika pembangunan kantor DPRD Kalsel tersebut kembali dilanjutkan, kondisi struktur yang besinya telah dipotong berpotensi menimbulkan persoalan teknis karena besi yang seharusnya digunakan sebagai sambungan konstruksi sudah tidak tersedia.
Akibatnya, bukan tidak mungkin diperlukan pekerjaan tambahan untuk membuka atau membongkar bagian tertentu dari struktur yang sudah terbangun agar penyambungan kembali dapat dilakukan.
Hal tersebut tentunya berpotensi menambah pekerjaan, waktu dan biaya pembangunan.
Pertanyaan Besar: Siapa yang Mengamankan Aset Proyek?
Temuan di lokasi ini pun memunculkan pertanyaan serius mengenai pengamanan aset dan material proyek pemerintah.
“Kalau seperti ini, akan berdampak terhadap pembangunan yang akan datang. Bisa saja harus membongkar bagian bangunan yang sudah jadi untuk penyambungan besi,” ujar salah satu tim konstatering.
Ia juga mempertanyakan bagaimana material konstruksi tersebut bisa hilang dari lokasi.
“Kenapa pihak pemerintah daerah tidak melakukan pengamanan asetnya?” katanya.
Pertanyaan ini tentu layak dijawab oleh pihak terkait, terlebih pembangunan tersebut merupakan fasilitas pemerintahan yang menggunakan anggaran publik.
Jika benar terjadi pencurian atau pemotongan material konstruksi, maka persoalannya bukan lagi sekadar besi yang hilang. Ada dugaan lemahnya pengamanan aset negara yang patut dipertanyakan.
Apalagi, temuan tersebut terjadi ketika tim sedang menjalankan konstatering untuk mencocokkan kondisi objek di lapangan.
Kini publik tentu menunggu penjelasan Pemerintah Provinsi Kalsel maupun pihak terkait: berapa banyak besi yang hilang, kapan pemotongan terjadi, siapa yang bertanggung jawab atas pengamanan lokasi, dan apakah kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada aparat penegak hukum?
Jangan sampai besinya sudah raib, anggarannya ikut terkuras, sementara tidak ada satu pun pihak yang merasa bertanggung jawab.