MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) menggelar Forum Konsultasi Publik untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 di Hotel Roditha Banjarbaru, Selasa (25/2/2025). Forum ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.
Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Irwan Bora, unsur Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah, Kepala Bappedalitbang Nasrullah Shadiq, serta perwakilan SKPD, camat, akademisi, organisasi profesi, dan elemen masyarakat lainnya.
Rektor UNUKASE Beri Masukan Strategis
Dalam forum ini, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., turut berpartisipasi aktif dengan memberikan saran terkait penanganan banjir di Kabupaten Banjar. Dr. Abrani menyoroti bahwa masalah banjir tidak hanya dipicu oleh penebangan hutan secara besar-besaran, tetapi juga oleh perubahan tata guna lahan, penyumbatan aliran sungai, serta tingginya curah hujan.
Sebagai solusi, ia mengajukan beberapa langkah konkret, antara lain:- Pendekatan Terpadu dalam Penanganan Banjir
Penanggulangan banjir harus melibatkan berbagai sektor dengan pendekatan yang holistik, termasuk perbaikan tata guna lahan dan pengelolaan air. - Membangun Infrastruktur Rumah Panggung
Konsep rumah panggung dapat diterapkan untuk mengurangi dampak banjir di permukiman rawan genangan air. - Restorasi dan Reboisasi Hutan
Kebijakan tegas dalam perlindungan hutan serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vegetasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem sangat diperlukan. - Peningkatan Sistem Drainase dan Pengelolaan Sungai
Perbaikan saluran drainase dan normalisasi sungai akan membantu mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman. - Kolaborasi Antar Instansi
Peran akademisi, pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta harus diperkuat dalam menemukan dan menerapkan solusi berkelanjutan untuk masalah banjir.
Penandatanganan Nota Kesepahaman
Sebagai bentuk komitmen akademisi dalam mendukung pembangunan daerah, Dr. Abrani Sulaiman juga turut menandatangani Nota Kesepahaman dalam forum ini. Nota tersebut menandai kesepakatan antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun RPJMD yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Harapan ke Depan
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, berharap forum ini dapat menghasilkan RPJMD yang solutif dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan. Beberapa program unggulan yang akan menjadi prioritas dalam lima tahun ke depan antara lain bantuan operasional untuk pesantren, bantuan makanan bergizi bagi anak, pengembangan wisata unggulan, pengelolaan sampah, serta pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Dengan adanya kolaborasi dari berbagai pihak, RPJMD 2025-2029 diharapkan dapat menjadi pedoman pembangunan yang efektif untuk menciptakan Kabupaten Banjar yang lebih maju dan sejahtera.