Peristiwa dramatis ini terjadi sekitar pukul 16.25 WIB. Saat itu, Bripka Dahlan sedang menjalankan tugas piket di Mako dan melakukan patroli ke Asrama Polisi Udara. Setelah patroli, ia bersama rekan-rekannya kembali ke pos penjagaan (Pos 3). Tiba-tiba, mereka mendengar teriakan panik dari seorang anak yang melaporkan temannya jatuh ke sungai.
Tanpa ragu, Bripka Dahlan langsung melepas pakaian dinasnya dan berlari menuju jembatan. Dari atas jembatan, ia melihat seorang anak perempuan sudah hampir tenggelam, hanya tangan kanannya yang masih terlihat di permukaan air."Saya langsung lompat ke sungai untuk menolongnya. Saat melompat, bahu kanan saya terbentur batu kali, tapi saya tidak memikirkan rasa sakit. Saya langsung menyelam dan, alhamdulillah, tangan saya bisa meraih badan anak itu meskipun airnya keruh dan kotor," ujar Bripka Dahlan mengenang momen menegangkan tersebut.
Dengan sigap, ia mengangkat korban ke permukaan dan segera memberikan pertolongan pertama."Alhamdulillah, air yang sempat terminum keluar semua, dan atas izin Allah SWT, anak tersebut bisa selamat," tambahnya.
Aksi kepahlawanan Bripka Dahlan ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Dedikasinya sebagai anggota kepolisian tak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berani bertaruh nyawa demi menyelamatkan sesama.
"Tindakan beliau benar-benar menunjukkan bahwa polisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pelindung masyarakat dalam situasi apa pun. Salut untuk Bripka Dahlan Syamsudin," ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.Tindakan heroik ini menjadi bukti bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat sangatlah penting, tidak hanya dalam menegakkan hukum, tetapi juga dalam memberikan rasa aman dan perlindungan bagi semua. (Rahmat Hidayat)