Banjarmasin – Memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan yang diperkirakan berlangsung hingga April 2025, Kalimantan Selatan tengah mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana. Berdasarkan prediksi BMKG, fenomena La Niña akan melanda Indonesia, termasuk Kalsel, yang akan mengalami peningkatan curah hujan secara signifikan.
"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan terus kita lakukan, termasuk mempersiapkan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana," ujar H. Achmadi, S.Sos, Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Kalsel, Selasa (3/12/2024).
Kawasan Siaga Bencana di Hulu Sungai Tengah
Dinas Sosial Kalsel telah melaksanakan pelatihan kesiapsiagaan bencana untuk masyarakat di 11 kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Wilayah ini dikenal rawan banjir, terutama ketika curah hujan tinggi di kawasan hulu. Menurut Achmadi, hujan deras selama 2-3 jam saja dapat menyebabkan banjir di wilayah Pandawan dan sekitarnya.
Sebagai langkah antisipasi, lumbung sosial didirikan di setiap kecamatan di HST. Lumbung sosial ini menyediakan logistik berupa makanan, pakaian, peralatan dapur, hingga air minum siap saji yang diolah dengan peralatan khusus. "Harapannya, lumbung sosial ini dapat terealisasi sepenuhnya pada tahun 2024," tambah Achmadi.
Penguatan Sarana dan Prasarana Tanggap Bencana
Dinas Sosial Kalsel juga memperkuat armada tanggap darurat bencana dengan menambah fasilitas operasional. Salah satunya adalah Kapal Sea Rider senilai Rp1,7 miliar yang mampu menampung hingga 20 penumpang atau mengangkut bantuan seberat 2 ton. Dengan kecepatan 35 knot, kapal ini dirancang untuk menjangkau lokasi bencana di wilayah perairan dengan cepat. Saat ini, Dinas Sosial telah memiliki dua operator bersertifikasi untuk mengoperasikan kapal ini.
Selain itu, tersedia juga Mobil Dapur Umum Lapangan senilai Rp1,4 miliar, yang mampu memasak 200 kilogram beras dan menghasilkan 5.000 bungkus nasi dalam waktu 45 menit. Sementara itu, Mobil Rescue Tactical Unit senilai lebih dari Rp500 juta dilengkapi dengan peralatan untuk evakuasi dan penanganan darurat di darat.
Pengadaan ketiga unit operasional tersebut, yang menyerap anggaran sekitar Rp2,6 miliar dari APBD Provinsi Kalsel 2024, diharapkan dapat mempercepat respon tanggap darurat dan distribusi bantuan ke daerah rawan bencana.
Kesiapan Tagana dan Water Rescue
Dinas Sosial juga mempersiapkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan pelatihan Water Rescue untuk menghadapi kemungkinan bencana banjir di musim penghujan. Dengan adanya peralatan dan pelatihan ini, Achmadi optimistis bahwa layanan tanggap darurat di Kalsel akan lebih optimal.
Keberadaan sarana dan program ini mencerminkan komitmen Pemprov Kalsel dalam mengurangi risiko bencana, melindungi masyarakat, dan memastikan distribusi bantuan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien di daerah-daerah yang rawan bencana.
Penulis : Juna
Editor : Agus MR