Banjarmasin – Memperingati 96 tahun Sumpah Pemuda, sebuah webinar bertema "96 Tahun Sumpah Pemuda di Era Gen Z, Eranya Digital Industri 4.0 dan Society 5.0" digelar dengan menghadirkan Drs. H. Zulkipli, M.P., Ketua IKAL Lemhannas RI DPD Kalimantan Selatan, sebagai narasumber.
Webinar ini hasil Kolaborasi Ormas KPMP Mada Kalsel, IKAL Lemhanas RI DPD Kalsel dan Prodi Tenik Sipil Uniska MAB, menjadi semangat Sumpah Pemuda dalam konteks perkembangan digital dan perubahan masyarakat saat ini. Senin, ( 28/10/2024 )
Latar Belakang Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda yang dideklarasikan pada 28 Oktober 1928 menjadi simbol kebangkitan nasional dan persatuan pemuda Indonesia dalam perjuangan melepaskan diri dari penjajahan Belanda. Gerakan ini merupakan tonggak penting dalam sejarah bangsa, menegaskan komitmen pemuda Indonesia untuk bersatu, tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Nilai-nilai persatuan, kebangsaan, dan kesetaraan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda masih relevan hingga kini.
Drs. H. Zulkipli, M.P. menekankan, "Sumpah Pemuda bukan sekadar deklarasi, tetapi merupakan wujud nyata cita-cita untuk memerdekakan bangsa. Semangat ini harus kita jaga, terutama di era digital saat ini, di mana generasi muda berperan penting dalam membawa Indonesia ke masa depan."
Sinergi Sumpah Pemuda dan Society 5.0
Konsep Society 5.0, yang mengintegrasikan teknologi dan kemajuan digital dengan kehidupan manusia, menjadi relevan dalam memaknai ulang Sumpah Pemuda. Society 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat kemajuan, dengan teknologi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong inovasi berkelanjutan.
"Society 5.0 membawa peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi, tetapi di sisi lain, tantangan pelestarian budaya dan nilai-nilai Sumpah Pemuda juga tidak bisa diabaikan," ujar Zulkipli. Dalam Society 5.0, kolaborasi antara manusia dan teknologi tidak hanya bertujuan untuk kemajuan ekonomi, tetapi juga untuk menjaga warisan budaya dan persatuan bangsa.
Tantangan dan Peluang
Era digital dan Society 5.0 membawa tantangan sekaligus peluang bagi pemuda Indonesia. Transformasi digital membuka kesempatan besar untuk memanfaatkan teknologi dalam mewujudkan visi Sumpah Pemuda. Namun, di tengah kemajuan ini, menjaga warisan budaya dan nilai-nilai luhur bangsa tetap menjadi tugas penting. Selain itu, pemberdayaan pemuda sebagai agen perubahan menjadi kunci utama dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
"Generasi muda harus memegang peran sebagai inovator, pemimpin, dan penjaga tradisi," kata Zulkipli. "Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bangsa tanpa melupakan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu."
Peran Generasi Muda di Era Digital
Generasi muda di era Gen Z memiliki peran strategis sebagai pelopor inovasi yang dapat mendorong kemajuan Indonesia. Mereka tidak hanya diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang memegang teguh prinsip-prinsip Sumpah Pemuda, tetapi juga menjadi penjaga tradisi, menjaga kelestarian budaya di tengah arus transformasi digital.
Ketua Ormas KPMP Mada Kalsel, Ir. Adhi Surya, ST, MT, CPM, CPCE, CEML, CPA, IPM, menegaskan dalam pidato penutup, "Semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang diusung oleh Sumpah Pemuda harus terus kita jaga. Teknologi dan digitalisasi adalah alat untuk memajukan bangsa, tetapi semangat persatuan adalah pondasinya."
Webinar ini menegaskan bahwa di era industri 4.0 dan Society 5.0, nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap menjadi landasan dalam membangun masa depan Indonesia. Teknologi boleh berkembang, namun semangat persatuan dan kesetaraan tetap harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Penghargaan untuk Narasumber
Sebagai bentuk apresiasi, Ketua Ormas KPMP Mada Kalsel, Ir. Adhi Surya, menyerahkan penghargaan kepada Drs. H. Zulkipli, M.P. atas partisipasinya sebagai narasumber dalam webinar ini. Penghargaan tersebut menjadi simbol semangat persatuan yang diusung dalam Sumpah Pemuda.
Dengan demikian, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi momen refleksi bagi generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan dan inovasi demi kemajuan Indonesia di era digital.
Editor : Redaksi K24