Jakarta, Kalimantan24.com - Asep Suherman SH, Ketua Umum Gabungan Wartawan Indonesia Satu (GAWARIS), mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap kepala Puskesmas Tarogong dalam menghadapi wartawan. Pernyataan ini disampaikan Asep saat diwawancarai oleh seluruh awak media di ruang kerjanya pada Senin, 15 Juli 2024.
Menurut Asep Suherman, tindakan kepala Puskesmas Tarogong yang mencampuradukkan urusan pribadi dengan pekerjaan sangat tidak dapat dibenarkan. Ia menekankan bahwa sikap ini dapat berdampak negatif pada staf puskesmas tersebut dan berpotensi ditiru oleh mereka.
"Hal ini menjadi perhatian karena seharusnya instansi pelayanan publik harus dapat membedakan antara pekerjaan dan urusan pribadi. Jangan sampai urusan pribadi dibawa ke kantor, dan seharusnya profesional," ujar Asep Suherman SH.
Lebih lanjut, Asep Suherman menekankan pentingnya memberikan layanan yang ramah dan terbuka, terutama terhadap para jurnalis yang memiliki fungsi sebagai kontrol sosial dan dilindungi oleh Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. "Pelayanan publik harus dilakukan dengan sikap ramah, tamah, sopan, santun, dan profesional. Itu lebih penting," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Ketua Umum GAWARIS akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan (Kadis Dinkes) untuk mengeksplorasi kondisi yang terjadi dan melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Tujuannya adalah mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Asep Suherman juga menegaskan komitmennya bersama rekan-rekan jurnalis di Jawa Barat dan seluruh Nusantara dalam melaksanakan fungsi kontrol sosial. Ia mengajak para jurnalis untuk terus memberikan masukan atau saran kepada mitra kerja mereka tanpa rasa takut, demi terciptanya pelayanan publik yang lebih baik dan profesional.
"Kita semua harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jangan pernah takut dalam melaksanakan tugas sebagai jurnalis," pungkasnya.( Red K24 )