Kalimantan24.com, Banjarmasin – Terpesona kerena di perhatikan orang ketiga, dan seringnya berkeluh kesah di media sosial menjadi pemicu rusaknya rumah tangga Hal ini dialami oleh pasangan warga Desa Batang Kulur Kiri RT 04 Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Martono dan Indra. Selasa (30/07/2024)
Martono, kepada sejumlah wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, mengungkapkan dugaan perselingkuhan istrinya, Indra, dengan pria lain berinisial AD. Dugaan ini mendorong Martono untuk melapor ke polisi, terlebih sejak Jumat (25/7), Indra menghilang dan hingga kini belum kembali. Martono menunjukkan surat laporan polisi bernomor LP/B/03/VII/2024/SPKT/Polsek Sungai Raya Polres HSS Polda Kalsel.
Dalam laporannya, Martono menuduh istrinya yang telah memberikannya tiga anak, melakukan tindak pidana perselingkuhan dan pencurian dalam rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam pasal 284 ayat (1) dan pasal 367 KUHP.
"Dugaan perselingkuhan istri saya dengan AD melalui media sosial sudah lama saya ketahui. Beberapa kali dia meminta maaf. Namun, apakah ini sudah direncanakan, pada Jumat (25/7) dia menghilang dan hingga kini belum pulang," ungkap Martono.
Martono dan keluarganya telah berusaha mencari Indra, termasuk mendatangi rumah yang diduga menjadi tempat tinggal AD di Desa Batu Panggung, Kandangan, namun tidak berhasil. Menurut informasi yang diperoleh, AD telah pulang kampung ke Cantung, Kotabaru.
"Saya yakin Indra ikut AD ke Cantung, Kotabaru. Apalagi ada foto mereka bersama di Facebook," ujar Martono sambil memperlihatkan foto di galeri ponselnya.
Kecurigaan Martono semakin kuat ketika menemukan pesan singkat dari AD di ponsel yang sengaja ditinggalkan Indra. Pesan tersebut berbunyi "lakasi sayang" (cepat sayang).
Indra ternyata selain memghilang juga membawa sejumlah surat penting seperti BPKB Mobil, motor, Sertifikat rumah dan tanah baik atas nama Martono maupun atas nama orang lain. Dan juga membawa sejumlah perhiasan. "Saya dan pihak keluarga hanya bisa berharap polisi segera menindaklanjuti laporan ini," katanya dengan nada penuh harap, didampingi dua anggota keluarganya. ( Yusni B / Agus )