![]() |
| Wakil Ketua DPRD Tala Haji Rahimullah Bersama Paguyuban Kesenian Kuda Lumping Rogo Budoyo Mudo Desa Nusa Indah ,Bati-Bati |
Laporan : M.Noor/Anang qiu Editor : Ari Cahyadi.A
Kalimantan24.com-Pementasan budaya nasional seperti Kuda Lumping atau Reog selama ini dalam hajatan resepsi perkawinan atau hajatan lainnya sudah agak jarang, yang sering biasanya organ tunggal ataupun karaoke, Hal ini di sampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Tala Dari Fraksi Partai Golkar Kepada Media ini, Minggu, 5/3/2023 di Desa Ujung ,Bati-Bati, Tanah Laut.
Haji Rahim memberikan apresiasi atas inisiatif salah satu warga Jl. Tanggul Desa Ujung yang telah menjadikan kesenian kuda lumping sebagai hiburan dalam acara resepsi pernikahan anaknya.
“Alhamdulillah dan Trimakasih karna ada salah satu warga di desa ini yang mau menjadikan atraksi kesenian kuda lumping sebagai hiburan untuk acara resepsi pernikahan anaknya, hal ini sudah agak jarang-jarang karna kebanyakan yang mengisi acara resepsi perkawinan biasanya seperti organ tunggal atau karaoke” Ungkapnya.
Ia juga menuturkan bahwa kesenian kuda lumping sebagai salah satu kesenian/budaya nasional, selain kesenian/budaya lokal di kalsel seperti kuda gepang,japin, musik panting dan lainnya wajib di dukung dan di lestarikan. Caranya yang seperti di lakukan oleh salah satu warga desa Ujung ,Jalan Tanggul ,Bati-Bati ini.
“Kesenian kuda lumping, adalah kesenian nasional selain kesenian lokal di kalsel seperti japin, kuda gepang, musik panting dan lainnya, wajib di dukung dan di lestarikan, caranya ya kalau ada acara resepsi pernikahan atau lainnya bisa di jadikan hiburan untuk mengisi acara tersebut agar paguyuban itu tetap ada pendapatan dan bisa berjalan terus “ucapnya.
Di singgung masalah dukungan dari pemerintah ataupun wakil rakyat untuk melestarikan budaya kesenian seperti kuda lumping dan kesenian lokal seperti japin ,kuda gepang dan lainnya,Haji Rahim mengungkapkan akan berupaya mensuportnya.
“Kita akan mensuport kesenian budaya nasional yang ada di Tanah laut, juga budaya lokal ,dengan membuatkan wadah atau paguyubannya, juga kita mendorong agar semua budaya-budaya tradisional itu di minati masyarakat juga generasi muda untuk melestarikannya, kita harus terjun langsung menyapa dan juga mendengar apa yang menjadi keinginan pelaku dari kesenian budaya tersebut.”kata Haji Rahim.
Ketua kesenian kuda lumping Rogo Budoyo Mudo dari Desa Nusa Indah, Bati-Bati Agung Sumitro menyampaikan tujuan berdirinya paguyuban kesenian kuda lumping ini.
“Paguyuban kesenian kuda lumping ini kami dirikan untuk melestarikan kesenian budaya nasional, agar tidak punah terkikis oleh perkembangan jaman, selain itu untuk menarik minat generasi muda untuk melestarikanya”jelasnya.
Agung Sumitro juga menjelaskan bahwa paguyuban kesenian kuda lumping nya akan selalu siap bila di minta untuk mengisi acara-acara seperti resepsi perkawinan dan lainnya.
“Kami setiap saat selalu siap mengisi acara resepsi perkawinan atau yang lainnya, selama ini kami biasa mentas di wilayah kecamatan bati-bati, kurau dan wilayah lainnya di kabupaten Tanah laut”pungkasnya.
IWO Indonesia Tala



